Minggu, 29 Maret 2009

Art and Craft Movement

Gerakan seni dan kriya atau lebih dikenal dalam bahasa Inggris sebagai art and craft movement adalah suatu gerakan pada akhir masa revolusi industri yang mementingkan komitmen kerja dan keindahan. Penganutnya menolak estetika yang dihasilkan oleh produksi secara massal, yang dianggap sebab utama hilangnya keindahan individual. Art and craft movement memberikan kesan kembali ke periode gothic, roccoco, dan renaisans. Salah satu ciri utamanya adalah karya seni dibuat secara individu oleh seniman dengan sentuhan artistik yang khas. Setiap karya digarap dengan serius dan teliti.
American arts and crafts movement pada awal tahun1900an telah berkembang di eropa dimana seni ini bermulai sebagai revolusi melawan konsekuensi sosial dari revolusi industri dikalangan pekerja.
Pemimpin revormasi sosial meliputi designer William Morris, berpengaruh dalam menciptakan estetik baru yang menekankan pada fungsi dan keindahan dari gaya era Victorian. Semangan mereka dalam desain yang bagus terlihat dari konsep mereka dalam kehidupan sosial. Barang-barang manufaktur pada masa itu cenderung berkualitas rendah. Pekerja pabrik dipaksa bekerja dalam kondisi yang brutal. Para revolusiawan memiliki tujuan untuk membangkitkan kembali dari kerajinan tangan tersebut. Kualitas hidup individual pun akan membaik dengan digantikannya hasil-hasil kerajinan tangan yang berkualitas baik.
Arts and crafts style dikenal juga di amerika sebagai mission style,sebagai hasilnya perabotan rumah tangga yang berfungsi dengan baik. Masa “mission style” terliaht pada pengaruh furnishing tradisional dan desain interior pada bagian amerika selatan yang menggabungkan Hispanic elements dengan mission awal dan arsitektur spanyol dan desain amerika native.
L. & J.G. Stickley Company di new york merupakan salah satu dari pabrik yang pertama kali memproduksi arts and crafts furniture,membantu filosofi prgerakan di amerika. Perusahaan itu dikembangkan oleh Leopold bersaudara dan John George Stickley, membuat gaya perabotan mission yang kita dapat lihat pada abad ini.


contoh karya Art and Craft Movement









Art nouveau

Art Nouveau berasal dari  bahasa Perancis yang artinya seni baru (new art). Art Nouveau merupakan suatu style seni internasional yang mengalami peralihan menuju modernisme, arsitektur dan desain yang mencapai puncak popularitasnya pada awal abad 20 (1880-1914) dan memiliki ciri khas pada highly style, bergelombang-gelombang, desain yang melengkung-lengkung sering dipadukan dengan gambar flora ataupun motif-motif tumbuhan lainnya. Aliran ini muncul di Eropa dan Amerika mulai tahun 1819 hingga menjelang perang  dunia pertama pada tahun 1914. Namun pendapat lain mengatakan Art Nouveau berakhir pada tahun 1920 oleh klasisisme pasca perang. Pada dasarnya aliran ini muncul sebagai sebuah reaksi terhadap industrialisasi dan gaya mesin yang dianggap menghilangkan sifat manusiawi dalam seni dan pembuatan barang-barang kebutuhan manusia. Oleh karena itu ukiran dan ulir flora yang dibuat juga cenderung tampil ‘berlebihan’ untuk menekankan ketrampilan yang sifatnya sangat emosional. Gaya ini diaplikasikan dalam seni, arsitektur, furniture serta perabot logam dan ilustrasi buku serta berbagai barang cetakan.Nama Art Nouveau diambil dari nama toko di Paris, Maison de l’Art Nouveau yang dibuka pada tahun1895 oleh Siegfried Bing. 

Di Eropa aliran ini menggunakan beberapa nama:
·         Di Jerman: Jugendstil (gaya muda) dari nama majalah Die Jugend
·         Di Austria: Vienna Secession
·         Di Italia: Stile Liberty
·         Di Spanyol: Modernista
·         Di Inggris: Glassgow school

Tokoh-tokohnya adalah Charles Rennie Mackintosh (Inggris), Henry Van de Velde (Austria), seorang arsitek Antoni Gaudi (spanyol). Gaya Art Nouveau pada awalnya dimaksud sebagai seni yang dapat dinikmati oleh orang kebanyakan (popular art) namun pada kenyataannya lebih banyak diterapkan dalam seni dan barang-barang untuk konsumsi orang-orang kaya. (Adityawan, Arif, Tinjauan Desain dari Revolusi Industri hingga Post Modern, Jakarta, UPT Penerbitan, 1999,15)

Dalam desainnya, Art Nouveau dikarakteristikan dengan bentuk-bentuk tumbuhan dan dimasukkan ke dalam sejarah seni yang dibuat platnya pada abad 19. Terdapatb penekanan pada pergerakan antara dekoratif dan modern yang dapat dilihat pada pekerjaan para desainer sebagaimana yang dikatakan dalam sejarahnya. Titik berat dekorasi dan kesatuan artistic menghubungkan pergerakan ke ide symbolist sementara dalam seni yang dapat dilihat di karya Vienna Secessionists, tetapi pergerakan itu digabungkan dengan ide Arts and Crafts contohnya bentuk jembatan Art Nouveau antara Morris dan Gropius (Pioneers of the Modern Movement, 1936).

Di Britain, gaya dijadikan contoh oleh architecture of Rennie Mackintosh dan karya Macdonald bersaudara. Dampak ketertinggalan Moris di Inggris melambatkan progress dalam gaya desain baru Mackmurdo, Godwin, Townsend dan Voysey juga terpengaruh dengan gaya Art Nouveau.

Di Perancis, tidak hanya gaya desain gelas Guimard dan desain besi Metro, pergerakan juga diekspresikan dalam seni, khususnya pada perabotan gelas Lalique (1860-1945) dan Galle (1846-1904). Di Belgium, style ini dipromosikan melalui Societe des Vingts (Les Vingt) didirikan pada tahun 1884 dan meliputi Ensor, arsitek Art Nouveau yang berkarakteristik Horta dan Van de Velde. Di Spanyol style ini dikonsentrasikan pada tangan ahli Gaudi di . di Vienna, arsitek seperti Wagner, Hoffmann dan Olbrich dan artis seperti  Klimt berkumpul untuk mempromosikan gaya Art Nouveau melalui majalah Secessionist, Ver Sacrum. Di Jerman, pergerakan dibagi antara kelembutan dekoratif Otto Eckman (1865-1902) dan majalah Pan, dan design of Behrens. Di Amerika, arsitek seperti Sullivan dan Wright dipengaruhi oleh ide-ide Eropa tapi mengungkapkan Art Nouveau dengan cara yang berbeda sedangkan designer seperti Tiffany secara bersemangat menerima pergerakan tersebut. 

Art Nouveau merupakan modern style pertama di dunia karena gaya inilah yang pertama kalinya dipromosikan oleh media massa dan gaya seni pertama yang mempunyai ambisi untuk merubah bentuk dari sebuah kota. Gaya ini merupakan usaha pertama kalinya untuk membentuk sesuatu yang  terlihat modern, terutama untuk mengantisipasi masa depan. Gaya ini juga merupakan gaya yang pertama kali mencoba psikologi dan sexuality modern. Art Nouveau merupakan cita rasa dari abad 20an karena kita dapat mengeluarkan ide-ide kita misalnya erotic wardrobe,  sexy chair atau tragic book yang dibuang jauh-jauh pada abad tersebut. Tetapi pada keseluruhan rasa emosionalnya diekspresikan melalui objek setiap harinya pada Art Nouveau. Ini merupakan gaya dekoratif  yang ekspresional dan tidak dapat dipungiri ini merupakan gaya seni pertama yang mencoba menjadi seperti itu dan berangkat dari postmodern design. Pada akhir abad 19 seni sangatlah menarik. Kita berbicara tentang kebudayaan global yang dilihat dari seluruh dunia. Ini sangat terefleksikan pada pameran internasional, sebuah feromon yang sangat kuat pada masa itu, dengan pameran Paris terbesar pada tahun 1900. Pameran ini dihadiri oleh 51 juta peserta, ketika hanya ada 38 juta penduduk yang tinggal di Perancis. Ini merupakan data terbasar pengunjung pameran seni di dunia. 500 juta peserta menghadiri pameran internasional selama masa Art Nouveau dan gaya Art Nouveau ditampilkan di setiap pameran. 

contoh karya art nouveau.



Gustav Klimt The Kiss Austria

Gaudi house

Rabu, 25 Maret 2009

Art Deco

Art Deco adalah sebuah gaya yang popular pada tahun 1920 hingga 1939, banyak digunakan pada desain arsitektur , desain industri, desain interior, lukisan, seni grafis dan film. Nama Art Deco berasal dari pameran yang berjudul Paris exposition des Art Decoratifs et industries pada tahun 1925 di Perancis. Art deco, dalam pengertian tertentu adalah gabungan dari berbagai gaya dan gerakan pada awal abad ke-20, termasuk Konstruksionisme, Kubisme, Modernisme, Bauhaus, Art Nouveau, dan Futurisme. Art Deco sangat terkenal dengan mobil, kapal Laut dan pesawat terbang yang dianggap sebagai simbol modernitas. Popularitas Art Deco memuncak pada 1920-an, meskipun banyak gerakan desain mempunyai akar atau maksud politik atau filsafati, Art Deco murni bersifat dekoratif. Pada masa itu, gaya ini dianggap anggun, fungsional, dan ultra modern.

Dalam desain grafis tokoh Art Deco yang terkenal, terutama di Prerancis adalah AM, Cassandre, Jean Carlu. Pada Desain Art Deco banyak mengunakan gradasi warna yang halus serta warna yang mengesankan efek kilauan atau lengkungan logam. Desain Art Deco banyak menggunakan bahan-bahan mahal dan sedikit ornamen hias. Ornamen yang digunakan lebih beratuan dan banyak menggunakan garis-garis lurus atau persegi (rectilinear).

Gaya Art Deco dipengaruhi oleh aliran Kubisme dan Fauvisme serta juga gaya Mesir dan Indian Aztec, Amerika Selatan. Selain itu pula gaya pedesain-pedesain Moderisme awal seperti Josef Hoffmann, Frank Lioyd Wright, Adolf Loos juga banyak diserap ke dalam Art Deco. Art Deco menyebar di berbagai negara Eropa. Perancis sebagai pusat Art Deco telah memiliki sekolah seni dekoratif The Martine School sejak tahun 1911. Di Jerman, gaya geometris Bauhaus dibagungkan dengan bentuk-bentuk yang ekspresif banyak dimanfaatkan oleh para pedesain. Di Swiss gaya Art Deco merupakan asimilasi antara gaya Art Deco Perancis Yang romantic dan gaya Art deco Jerman yang menghasilkan gaya khas Swiss. Di negara-negara seperti Italia, Inggris dan Amerika gaya Art Deco pun bayak digemari. Di Amerika gaya Art Deco dipengaruhi oleh ornament-ornamen Indian Amerika Utara ataupun Indian Aztec. New York dianggap sebagai ibukota Art Deco di Amerika

berikut ini adalah karya seni Art Deco.

Gedung Chrysler dibangun pada tahun 1928–1930 di New York, merupakan contoh bangunan yang mengunakan Art deco . Bangunan ini dirancang oleh William Van Alen . Gedung Chrysler memiliki 1046 lantai, yang merupakan salah satu gedung tertinggi di dunia.




Jumat, 27 Februari 2009

Resume Film documenter Stefan Sagmeister

Stefan Sagmeister adalah seorang desainer yang sangat menikmati pekerjaan menjadi seorang desainer. Dia mengtakan bahwa untuk membuat suatu desain yang bagus, kita harus menikmati, senang dan mempunyai passion ketika membuat desain itu. Sehingga orang yang melihat dan menikmati sedain kita menjadi bahagia dan senang. Untuk mencapai desain yang bebas kita harus berani, kreatif, mempunyai passion dan kesenangan.
Untuk mendapatkan ide dalam mendesai Stefan pergi berkeliling tempat tempat yang berbeda, untuk melihat sedain desain yang ada d daerah itu. Dia juga mengambil beberapa produk yang kemudia dia modifikasi sehingga desain produk tersebut menjadi unik dan menarik.
Stefan juga mempunyai beberapa motto untuk menciptakan suatu desain, salah satunya “ being happy while experiencing design.” Dengan motto itu Stefan mengharapkan orang orang yang melihat desainnya ikut merasakan apa yang dia rasakan. Dan salah satu mootonya yang lain adalah “ everything I do always come back to me.” Seperti pepatah yang sering kita dengar jika kita menabur benih kebaikan maka kita akan memanen kebaikan pula.
Dan untuk mencapai kebahagiaan (happiness) ada empat hal yang disampaikan oleh Stefan yaitu arcadia, nirvana, desire, dan harmony. Dengan adanya keempat elemen tersebut kita dapat mencapai kebahagiaan.